Resiko Obat Penahan Nyeri dengan Stroke
Baru-baru ini dalam suatu penelitian di Denmark telah ditemukan suatu asosiasi pemakaian obat penahan nyeri NSAID (lihat daftar dibawah) dengan tingginya kejadian stroke (telah di terbitkan dalam suatu jurnal online The Hearth) oleh Dr Gunnar Gislason.
Girlason dan team melakukan penelitian pada sekelompok individu dengan usia lebih dari> 10 tahun dengan tendensi pemakaian obat penahan nyeri yang kronis karena ketersedian obat yang bebas dipasarkan. Dan dalam hasil kelompok uji dengan individu sehat ternyata hasilnya terdapat peningkatan resiko stroke dari sekitar 30 % untuk pemakaian obat ibupropen dan naproxen hingga 86% dengan diklofenak. Serta untuk penentuan nilai resiko dari fatal dan non fatal stoke yang berasosiasi dengan penggunaan NSAIDs dengan Cox proportional-hazard modelsdan analisa kasus salingsilang.
Tabel 1. Risk of stroke with various NSAIDs
| NSAID | HR (95% CI) for risk of stroke |
| Ibuprofen | 1.28 (1.14-1.44) |
| Diclofenac | 1.86 (1.58-2.19) |
| Rofecoxib | 1.61 (1.14-2.29) |
| Celecoxib | 1.69 (1.11-2.26) |
| Naproxen | 1.35 (1.01-1.79) |
Terdapat beberapa hipotesis tentang mekaniska keterkaitan NSAIDs dengan kejadian kardiovaskular yang meliputi peningkatan efek trombotik dari keping darah (platelat), endotel dan plaque atherosklerosis, peningkatan tekanan darah, efek terhadap ginjal dan retensi garan natrium.
Saran dari peneliti yaitu perancangan regulasi distribusi obat NSAIDs yang lebih di perketat
(dikutif dari NSAID use associated with future stroke in healthy population SEPTEMBER 8, 2010 di web www.theheart.org)