Lompat ke isi

Sudah Benarkah, Pemakaian Antibiotik !

April 20, 2009

Hal ini perlu kita pertanyakan bersama? Mengapa, jawabnya bisa bermacam-macam dari kesedian dana, hingga bebasnya peredaran antibiotik dipasaran. Nah begini ceritanya… saya pernah mendengar ibu tua yang membeli obat Ampicilin dikios di kampung anu satu biji dengan antalgin katanya sih untuk obat sakit otot. lain cerita lagi ada seorang bapak-bapak yang sedang sakit gigi setelah minum obat Amoksilin dan paracetamol sekali minum obat, sakitnya sudah reda lalu berhenti minum itu. begitu lah sekelumit cerita pemakai obat di kalangan orang awam.
Namun kenyataannya tidak beda jauh didalam instansi kesehatan, kita ambil dipuskesmas masih banyak petugas yang memberikan antibiotik untuk pasien ISPA dan dalam pemberiaannya dosisnya juga kurang. Contoh untuk jenis antibiotik Cotrimoxazol dosis dewasa yang seharusnya 960 mg ternyata dikasih dosis 2 x 480 mg. Terus minimal pemberian selama 5 atau 7 hari juga hanya diberikan untuk 3 hari dosis. Dalam hal persedian obat puskesmas ini semua tergantung pada persedian obat di kabupaten sehingga dengan sangat terpaksa maka kita hanya bisa memberikan antibiotik hanya untuk 3 hari. Ironis memang keadaan kita ini, ketika mau menerapkan seperti yang dianjurkan kita akan cepat kehabisan stok obat yang pada akhirnya berdampak pada penurunan kualitas pelayanan itu sendiri.
Tanpa disadari kita semua ternyata menggali kubur untuk kita sendiri, akibat pemakaian antibiotik yang tidak bertanggung jawab seperti itu akan terjadi peningkatan resistensi antobiotik misal, Ampicilin, Amoksisilin, cotrimoxazol. Artinya obat antibiotik yang kita pakai itu tidak memberikan efek bagi kuman penyebab infeksi itu sehingga kita harus mengganti jenis antibiotik ke yang lebih poten lagi, tentu saja dengan ongkos pengobatan meningkat pula.
Yang jelas kita semua harus berupaya untuk memperkecil resiko resistensi antibiotik itu untuk menekan biaya pengobatan misalnya : dengan lebih sering mengadakan razia obat-obatan yang termasuk daftar G termasuk Antibiotik, pemakaian antibiotik disarana kesehatan harus didasarkan indikasi adanya suatu infeksi pada penderita, buka berdararkan gejala saja

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.